User Experience adalah istilah teknis yang bisa diterjemahkan secara bebas sebagai pengalaman pengguna. Dalam konteks website, pengguna bisa samakan artinya dengan pengunjung website. Karena website itu sendiri siapkan untuk membuat pengunjung tertarik melakukan apa yang kita inginkan – misalnya membeli produk yang kita jual – User Experience menjadi topik yang sangat penting dalam pembangunan dan pengelolaan website.

Sayangnya bagi banyak praktisi, jangankan mengimplementasikan User Experience, memahaminyapun banyak yang belum. Mungkin jangankan paham konsep dan mengerti strategi, dan tahu teknik implementasinya ya. Saat disebut singkatannyapun, UX, masih banyak yang tidak tahu kepanjangannya.

Jadi woles aja ya. Tapi tidak berarti tidak harus belajar juga kan. Tarik Sis!

Jangan berkecil hati. Bahkan dalam sebuah artikel yang ditulis The Daily Egg, disebut kalau User Experience merupakan hal yang masih membingungkan bagi kebanyakan pelaku digital marketing.

Disebutkan kalau salah satu penyebab User Experience adalah salah satu aspek yang membingungkan bagi praktisi digital marketing adalah banyaknya definisi yang berbeda-beda. Selain itu User Experience baik sebagai konsep maupun sebagai termonilogi dipakai dalam banyak industri lain.

Definisi User Experience

User Experience adalah respon dan persepsi seseorang setelah menggunakan suatu produk, jasa, atau sistem sesuai peruntukannya.

Referensi lebih komprehensif dapat dilihat pada dokumen ISO 9241-210, yang menjelaskan mengenai ergonomi interaksi antara manusia dan sistem.

Sayangnya oada kenyataannya User Experience tidak sesederhana pendeknya definisi di atas. Semakin rumit lagi untuk difahami karena komponen-komponen user experience pada tiap industri berbeda-beda.

Perancangan User Experience memadukan seni dan ilmu pengetahuan dengan menggunakan sejumlah parameter yang didefinisikan setelah mengamati dan mempelajari perilaku selama pengujian dilaksanakan.

Dalam dokumen yang menjelaskan definisi User Experience menurut ISO, kita akan menemukan bahwa selain respon dan persepsi, definisi User Experience juga mencakup emosi yang mungkin dirasakan pemakai saat nengguanakan produk, jasa, atau sistem. Para peneliti juga menambahkan perubahan tingkat kepuasan yang diperoleh pemakai sebelum dan sesudah penggunaan.

Karena konsep User Experience demikian luas dan kompleks, sangat sulit untuk merumuskan definisi yang sederhana dan mudah untuk difahami semua orang.

User Experience Professionals Association memiliki definisi yang lebih spesifik karena hanya mencakup aspek-aspek perilaku pengguna yang bisa kira kendalikan dan pengaruhi saat membuat rancangan User Experience.

Seorang pakar User Experience bernama Peter Boersma mencoba memberikan gambaran yang lebih mudah difahami. Menurut Borsma definisi User Experience adalah istilah yang mencakup sejumlah disiplin terkait yang digambarkannya dalam bentuk T model diagram.

Selama bertahun-tahun T model menjadi gambaran paling akurat dalam menilai prinsip-prinsip mendasar dalam User Experience.

Definisi User Experience Adalah