“Update algoritma helpful content akan segera diterapkan Google”, begitu kira-kira tajuk utama portal-portal berita dan blog yang membahas digital marketing dan SEO beberapa hari terakhir ini. Termasuk diantaranya berita yang dilansir portal berita SEO Search Engine Land pada tanggal 18 Agustus 2022 kemarin.

Bagi praktisi SEO, update algoritma Google merupakan sesuatu yang biasa. Dalam upaya untuk terus-menerus menyempurnakan kualitas hasil pencarian bagi pengguna-penggunanya, Google secara berkala membuat dan menerapkan update algoritma. Kalau dirata-ratakan, frekuensi update algoritma yang cukup signifikan. Bisa 3 sampai 4 kali setahun untuk update mayor, sementara update minor jauh lebih sering lagi, bisa beberapa kali per bulan.

Lalu mengapa update algorima helpful content ini lebih heboh?

Search Engine Land secara spesifik memperkirakan update algoritma helpful content ini akan menjadi update algoritma Google paling signifikan dalam sepuluh tahun terakhir. Ditenggarai update algorima ini menyasar salah satu aspek paling penting dalam SEO yaitu konten. Update algorima ini ditujukan untuk mengeliminasi konten berkualitas rendah yang tidak cukup bermanfaat bagi pengguna, khususnya konten yang terdeteksi dibuat dengan fokus pada mengejar ranking search engine alih-alih member manfaat bagi pengunjung website itu sendiri.

Banyak yang berpendapat bahwa tingkat kemasifan efeknya akan seperti Update Panda yang diterapkan bulan Februari 2012. Mereka yang sudah berkecimpung di dunia SEO pada masa itu pasti ingat bagaimana Panda yang masuk ke dalam kategori “core update” itu mengubah peta permainan secara menyeluruh sampai saat ini.

Sama seperti update algoritma yang dilabeli nema hewan lucu asal negeri tirai bambu itu, update algoritma helpful content juga diperkirakan akan mengubah strategi konten secara fundamental.

Sejauh apa?

Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Apa Itu Update Algoritma Helpful Content?

Sesuai namanya, update algoritma bertajuk helpful content diterapkan Google untuk memastikan bahwa konten pada website kita bermanfaat alias “helpful” bagi pengunjung, khususnya yang datang melalui daftar hasil pencarian Google. Dengan begitu update algoritma ini akan mengeliminasi konten-konten berkualitas rendah yang dianggap tidak memberikan manfaat yang memadai.

Secara spesifik update algoritma ini akan menyapu konten dibuat dengan tujuan utama mendapatkan ranking yang tinggi di search engine, alih-alih memberi manfaat maksimal bagi pengunjung. Dengan demikian Google bisa meningkatkan kualitas hasil pencarian bagi penggunanya. Kita semua tentu tahu bahwa kualitas pencarian memang merupakan kelebihan utama Google yang membuatnya sangat dominan di pasar search engine.

Setelah update algoritma helpful content ini diterapkan nanti, maka berakhirlah era keemasan “konten SEO” dan pastinya para penulis “artikel SEO” akan terpaksa gulung tikar kecuali beralih menulis artikel berkualitas.

Nampaknya Google suudah makin jengah karena terus-terusan mengarahkan penggunanya ke website yang ternyata kontennya tidak memberi manfaat pada pengguna tersebut, sehingga ujung-ujungnya merusak kepercayaan pengguna tersebut sekaligus merusak reputasi Google. Dengan rontoknya konten berkualitas rendah yang ditulis hanya sekedar untuk mendongkrak ranking, Google akan lebih mampu memberikan hasil pencarian berkualitas, mengarahkan penggunanya hanya pada konten yang bermanfaat saja.

Kenyataanya Google memang sudah memberikan arahan mengenai hal ini dari dulu-dulu. Praktisi SEO pasti sudah sangat familiar dengan hal itu. Kalau belum, bisa menyimaknya disini.

Kapan Pastinya Update Algoritma Helpful Content Diterapkan?

Tanggal pastinya memang tidak diungkap Google. Tetapi update algoritma helpful content akan mulai diterapkan minggu depan dan sudah akan mulai bekerja penuh dalam waktu sekitar dua minggu setelahnya.

Jadi ditunggu saja … dalam satu dua minggu ke depan dunia SEO akan segera diramaikan dengan efek penerapan update algoritma terbaru itu. Ya paling isinya tetap seperti biasa lah, mereka yang mengeluh karena rankingnya ambrol dan mereka yang tersenyum lebar karena perjuangannya menjaga konsistensi mengisi website dengan konten berkualitas akhirnya membuahkan hasil.

Nampaknya akan banyak yang termehek-mehek sih.

Tipe Konten yang Paling Terpengaruh

Meskipun secara umum upaya peningkatan kualitas hasil pencarian yang dilakukan Google dengan menerapkan update algoritma helpful content ini berlaku untuk semua, tetapi Google sendiri memberikan indikasi bahwa fokus utamanya tertuju pada konten yang memang topik dan gaya penulisannya dibuat seolah-olah untuk membantu pengunjung website tetapi kenyataannya hanya sekedar mengejar ranking semata.

Secara spesifik, berikut beberapa model konten yang menurut Google akan terkena dampak:

  • Memuat materi edukasi online.
  • Hiburan dan kesenian.
  • Belanja.
  • Teknologi.

Para pemain SEO sepertinya sudah sangat hafal bahwa memang konten dengan topik dan gaya penulisan di atas adalah yang paling banyak dibuat mereka yang membuat konten hanya untuk kepentingan mengejar ranking semata.

Dalam keterangannya Google memberikan contoh sebagai berikut:

“Kalau anda mencari informasi mengenai sebuah film terbaru, mungkin anda akan mendapatkan hasil pencarian yang berupa artikel yang memuat ringkasan review yang disarikan dari website-website lain sehingga sejatinya tidak memberikan informasi yang berbeda dari informasi yang sudah beredar lebih dahulu di dunia maya melalui website-website lain itu. Artikel seperti ini tentu tidak memberi banyak manfaat bagi pengunjungnya yang tentunya berharap untuk mendapat sesuatu yang berbeda. Setelah update ini diterapkan, kita akan mendapatkan hasil pencarian yang lebih originál dan unik sehingga pengunjung akan mendapat informasi baru yang belum ada di website-website lain.”

Lalu apa sih yang dimaksud dengan konten berisi “edukasi online”?

Melalui akun Twitter miliknya, pakar SEO Danny Sullivan yang juga mengemban jabatan Search Liaison di Google menjelaskan sebagai berikut: “Ya kurang lebih seperti tutorial lah, bukan kursus tetapi setidaknya mengajari orang tentang hal tertentu. Dalam hal apa saja, tidak ada fokus khusus pada topik tertentu. Tapi itu hanya satu contoh dimana kita akan melihat perubahan yang cukup signifikan. Tetapi sebetulnya akan terjadi peningatan secara menyeluruh.”

Mempengaruhi Seluruh Website

Lebih mengerikan lagi, update algoritma helpful content ini tidak hanya mempengaruhi halaman-per-halaman tetapi seluruh website dimana halaman yang mengandung konten itu berada. Artinya meskipun website anda berisi konten berkualitas yang bermanfaat bagi pengunjung, tetapi kalau pada website itu anda juga menyisipkan halaman-halaman yang berisi artikel yang hanya ditujulan untuk mengejar ranking semata, maka seluruh website akan terkena dampaknya.

Anda mungkin bertanya-tanya apakah ada formula tertentu yang digunakan Google dalam menilai konten sebuat website. Apakah kalau hanya sebagian kecil saja konten yang dinilai berkualitas rendah kemudian websitenya masih bisa selamat? Berapa persen komposisi konten berkualitas rendah terhadap keseluruhan website yang akan mengakibatkan seluruh website tergusur?

Tidak ada panduan pasti, meskipun logikanya memang makin besar komposisi konten berkualitas rendah, tentunya resikonya semakin besar.

Google hanya mengatakan bahwa sebaiknya sebelum update algoritma ini mulai diterapkan, kalau anda kadar bahwa website anda memiliki halaman-halaman yang mengandung konten berkualitas rendah, buang sekarang.

Lebih lanjut Google juga mengingatkan bahwa jika anda membuang konten berkualitas rendah setelah algoritma ini diterapkan dan website anda terkena dampaknya, memang masih bisa recovery, tapi akan makan waktu sangat lama. Karena selain Google harus melihat bahwa konten berkualitas rendah itu sudah tidak ada lagi, Google juga harus memiliki cukup keyakinan bahwa  website itu memang tidak lagi memproduksi konten-konten berkualitas rendah tersebut. Caranya dengan memantau dalam rentang waktu yang cukup lama untuk memastikan bahwa dalam masa pemantauan itu anda hanya memproduksi konten berkualitas tinggi.

Website anda siap menghadapi update algoritma helpful content?